PPDB PAUD-SMP tahun 2024/2025 Dinas Pendidikan Kota Madiun Membagi Pendaftaran Lewat Beberapa Jalur

- 20 Mei 2024, 16:15 WIB
PPDB PAUD-SMP tahun 20242025 Dinas Pendidikan Kota Madiun Membagi Pendaftaran Lewat Beberapa Jalur
PPDB PAUD-SMP tahun 20242025 Dinas Pendidikan Kota Madiun Membagi Pendaftaran Lewat Beberapa Jalur /Antara News

PonorogoNews.com - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun sudah siap melakukan proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP).

Kepala Dindik Kota Madiun, Lismawati siap melakukan tugasnya sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021.

"Tahun Ajaran 2024/2025 juga merujuk pada Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 47/M/2023 tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan," ujar Lismawati dikutip dari Antara News.

Baca Juga: Bandara Dhoho Kediri Terus Berproses, Pengiriman Barang Lewat Kargo Sudah Dibuka Ini Rute yang tersedia

Dalam keterangannya, PPDB untuk SD negeri dibagi menjadi empat jalur pendaftaran, yakni jalur zonasi dengan kuota 70 persen, kemudian ada 10 persen untuk jalur luar zonasi, 15 persen jalur afirmasi dan 5 persen untuk orang tua yang pindah tugas.

Sedang untuk SMP memiliki jalur yang hampir sama, terbagi untuk peserta didik yang berada di dalam zonasi, kemudian juga untuk peserta didik yang orang tuanya pindah tugas ke wilayah tersebut.

"Pada tiap jalur ini ada ketentuan masing-masing. Seperti pada jalur afirmasi dengan ketentuan penerima bantuan pemerintah seperti PIP, PKH, masuk DTKS, dan lain sebagainya," terang Lismawati.

Baca Juga: Super Air Jet dan Citilink Buka Rute Penerbangan Bandara Dhoho, Selanjutnya Batik Air Terbang Kediri-Bali?

Tetapi ada sedikit perbedaan untuk jenjang SMP, yakni dulu zonasi 50 persen tanpa ada batasan, tapi sekarang jalur zonasi terdekat sebesar 30 persen dan zonasi sebaran 20 persen.

Halaman:

Editor: Wibbiassiddi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah