Klaim Perdana Menteri Israel Soal Jalur Gaza, Katanya Ingin Beri Masa Depan Lebih Baik, Apakah Benar?

- 10 November 2023, 21:05 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu
PM Israel Benjamin Netanyahu /KOLAM/Kolam ABIR SULTAN via REUTERS./

PonorogoNews.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memberikan fakta baru soal penjajahan atas Palestina. Menurutnya dia tidak ingin memerintah Gaza setelah perang berakhir tapi ingin memberikan masa depan lebih baik.

Tapi apakah benar demikian, Israel 'penjajah' akan memberikan masa depan lebih baik bagi warga Palestina?

Dilansir dari Fox News, Benjamin Netanyahu mengatakan Israel perlu membentuk pemerintahan sipil baru untuk menggantikan Hamas di Jalur Gaza.

Menurutnya setelah Hamas kalah, Israel akan membuat pemerintahan baru, di pemerintahan baru ini akan membuat masa depan warga di Gaza menjadi lebih baik.

Baca Juga: Siap-siap Bandara Dhoho Kediri Beroperasi, Begini Proses Pembangunan Fasilitas di Sekitar Bandar Udara

"Kami tidak bermaksud untuk memerintah Gaza, kami tidak bermaksud untuk mendudukinya. Namun kami berupaya memberikan masa depan yang lebih baik bagi Hamas dan kami… dan hal itu memerlukan upaya untuk mengalahkan Hamas," ujar Benjamin Netanyahu.

Lebih lanjut, dalam wawancara yang berlangsung pada 9 November 2023 lalu, Benjamin menyatakan tidak akan berhenti menyerang Hamas jika mereka belum menyerah.

"Saya sudah menetapkan tujuan ini, saya tidak menetapkan waktunya (kapan akan terlaksana) karena hal itu bisa (jadi) memakan waktu lebih lama."

Apakah benar demikian, bahwa Israel akan menjamin masa depan dari warga Gaza dan berhenti melakukan tindak kekerasan di Palestina?

Halaman:

Editor: Wibbiassiddi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah